Cara Mengatasi Mesin Yamaha R25 Agar Tidak Cepat Panas - Seperti kita ketahui bersama, bahwa Yamaha R25 adalah motor sport fairing 250 cc 4 tak dua silinder perdana Yamaha yang diluncurkan pada tahun 2015 yang lalu, bisa dikatakan merupakan awal kebangkitan bagi produsen motor yang memiliki lambang kebanggaan Garpu Tala ini khususnya di Indonesia. Hal ini bisa dilihat karena pada tahun 2015 kemarin, pabrikan yang kental warna Biru Tua ini menggempur pasar otomotif nasional dengan meluncurkan beberapa produk andalan terbarunya secara bertahap dan terus dilanjutkan pada tahun ini. Setelah mereka memperkenalkan produk terbarunya yang berada pada segmentasi skutik dengan teknologi Blue Core terbaru, YIMM juga meluncurkan produk motor sport terbaru yang meluncur pada triwulan pertama tahun 2105 lalu, yaitu Yamaha R25 ABS.. Motor ini diposisikan untuk kalangan di atas medium dengan harga diatas 50 juta rupiah, hampir sama dengan kelasnya kawasaki ninja 250. Motor ini juga benar-benar fresh from oven, semua part yang menempel di motor ini adalah part baru yang belum ada di motor sebelumnya. Ibaratnya keluar dari master cetakan baru.
Namun pada saat ini, cukup banyak pengguna Yamaha R25 yang mengeluhkan temperatur pada mesn yang cepat panas, sehingga ada beberapa kalangan yang berfikir akan terjadi overating dan motor akan mati.
Sebenarnya, mesin yang baik atau yang bekerja normal memang akan mati saat terjadi indikasi over heat pada mesin, sensor panas akan memerintahkan mesin untuk mati agar tidak terjadi kerusakan pada mesin tersebut.
Pada waktu lalu, saya mengkonsultasikan problem ini di bengkel resmi Yamaha dan bengkel langganan saya, salah satu cara atau trik yang dapat dilakukan adalam mengganti radiator coolant pada Yamaha R25.
Apa manfaat radiator coolant seperti Engine Ice untuk Yamaha R25 ?
1. Meningkatkan kemampuan radiator untuk melakukan pendinginan mesin.Ini bisa dicapai karena radiator coolant yang berkualitas memiliki titik didih yang lebih tinggi. Engine Ice titik didihnya pada 124 derajat celcius, bandingkan dengan distilled water yang mendidih pada 100 derajat celcius pada tekanan 1 atmosfir (beuh jadi ingat kelas fisika). Titik didih yang lebih tinggi penting untuk memastikan sifat pendinginan tetap berjalan baik meskipun suhu sudah melonjak ke atas 100 derajat celcius. Faktor yang lain adalah nilai kekentalan tertentu dari radiator coolant yang memungkinkan coolant tetap bergerak dan berfungsi maksimal. Faktor ketiga lebih bersifat jangka panjang. Radiator Coolant seperti Engine Ice memiliki kandungan cukup rendah dari mineral dan substance lain yang dapat menyebabkan kerak pada jalur pendinginan. Ini penting.
Lalu bagaimana hasilnya setelah pasang ?
Keesokan harinya saya ikut Yamaha Track Day di Sentul. Temperatur tidak pernah naik lebih dari 3 bar.
Weekend berikutnya saya test untuk coil racing ultraspeed di Sportisi. Total ada 10 kali run untuk baseline dan 8 kali run untuk paska coil racing. Geber sampai limiter.
Temperatur indicator hanya sempat sebentar naik ke 4 bar ! Selebihnya stay di 3 bar.
Walaupun anda tidak melakukan perubahan pada ECU atau derajat pengapian, namun penggunaan radiator coolant Engine Ice nampaknya cukup signifikan untuk mencegah gejala overheat pada R25.
Sebagai tambahan berikut beberapa tips untuk menjaga suhu pada mesin anda.
Tips Menjaga Mesin Motor Agar Tidak Cepat Panas
1. Hindari beban yang berlebihanYang pertama kali dan perlu kalian perhitungkan sebelum kalian berpergian atau melakukan Touring jarak jauh maka kalian pertimbangkan terlebih dahulu beban yang hendak kalian bawa, jangan sampai beban yang kalian bawa terlalu berlebih. Untuk itu tetap sesuaikan dengan beban standar motor yaitu sekitar 145 Kg sampai 150 Kg, untuk itu sesuaikan dengan panduan motor anda yah agar tidak terlalu menahan beban yang berat. Ok sahabat otosemi.
2. Rutin Ganti Oli Motor
Kemudian yang kedua yaitu anda harus rutin mengganti oli motor anda , apa hubungannya dengan mesin yang cepat panas ? tentu saja ada hubungannya. Salh satunya kita lihat kembali fungsi dari oli sendiri untuk apa, oli digunakan sebagai netralisir untuk mendinginkan gesekan yang terjadi antara mesin kendaraan anda sehingga keadaan suhu tidak terlalu panas dan membuat mesin menjadi lebih baik lagi performanya, untuk itu kalian harus rutin mengganti Oli dan juga sesuaikan dengan prosedur yang ada.
3. Perhatikan kondisi Piston motor
Yang selanjutnya yaitu perhatikan juga kondisi Piston motor anda, jika keadaan piston motor terlalu rapat bisa jadi membuat mesin menjadi lebih panas dari biasanya, jika kondisi Piston yang terlalu rapat juga bisa membuat mesin kendaraan anda menjadi cepat rusak dan juga membuat kinerja mesin menjadi terhambat.
4. Bersihkan silinder
Kemudian yang keempat untuk menjaga kondisi mesin kendaraan anda menjadi lebih dingin coba anda bersihkan terlebih dahulu pada bagian silinder mesin, dimana pada bagian ini komponen penting juga sangat perlu di perhatikan. Kalau kondisi silinder mesin anda kotor bisa jadi pelepasan bahan bakar tidak terjadi secara maksimal dan bisa membuat keadaan mesin menjadi lebih panas dari biasanya. Untuk itu perhatikan juga kondisi silinder yang mana dengan membersihkan silinder bisa membuat kinerja mesin menjadi lebih baik dari pada tidak sama sekali.
5. Panasi motor setiap saat di pagi hari
Kenapa mesin motor lekas panas pada saat dibawa berkendara ? itu juga pengaruh pada saat pertama kali mesin motor di nyalakan tanpa di panasi terlebih dahulu sehingga pengapian tidak berjalan dengan baik pada saat keadaan mesin menjadi dingin, nah alangkah lebih baiknya sebelum anda menggunakan motor anda untuk berkendara alangkah lebih baiknya kalau anda memanasi motor terlebih dahulu di pagi hari agar mesin motor menjadi lebih panas dan pengapian bisa dilakukan dengan sempurna.
Nah itulah beberapa tips agar mesin motor anda tidak lekas panas pada saat dibawa berkendara jarak jauh.
Demikian artikel Cara Mengatasi Mesin Yamaha R25 Agar Tidak Cepat Panas, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.





0 komentar:
Posting Komentar